Dana Asing Rp 5 Triliun Masuk Pasar Modal Pekan Lalu

Monday, 20 Mar 2017

Jakarta - Minggu lalu Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akhirnya memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Sehingga saat ini suku bunga The Fed di kisaran 0,75% hingga 1%.

Uniknya, keputusan The Fed tersebut sama sekali tak mempengaruhi pasar modal Indonesia. Bahkan sebaliknya bursa saham Indonesia justru dalam kondisi prima.

Hal itu lantaran investor asing sudah memprediksi langkah The Fed tersebut. Bahkan mereka semakin betah menempatkan dananya di Indonesia.

Pada jelang akhir pekan kemarin, investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 2,48 triliun. Sementara secara sepekan net buy mencapai Rp 5,42 triliun. Sedangkan secara tahunan asing masih mencatatkan beli bersih Rp 4,28 triliun.

Hal itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang akhir pekan kemarin tembus ke level 5.540,43. Tak hanya itu nilai kapitalisasi pasar BEI juga menyentuh level tertingginya di Rp 6.018,79 triliun.

Menurut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio besarnya arus masuk dana asing tersebut lantaran kondisi perekonomian domestik yang semakin stabil. Selain itu, investasi di pasar modal Indonesia juga masih memberikan tingkat pengembalian (return) yang tinggi dengan kondisi fundamental emiten yang juga cukup kuat.

"Perusahaan kita rata-rata growth-nya 30%. Jadi produknya bagus, likuiditas bagus, makro ekonomi juga bagus," terangnya saat di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Dia juga memandang bahwa kenaikan suku bunga The Fed sudah diprediksi oleh banyak investor. Besaran kenaikan suku bunga tersebut juga masih sesuai prediksi dan harapan investor dunia.

"Kedua saya juga percaya, strategi Donald Trump tidak bisa jalan kalau bunga tinggi. Walaupun The Fed independen, tapi saya percaya pemerintah AS bisa bicara kepada The Fed," tukasnya. (ang/ang)

Danang Sugianto - detikFinance, Foto: Rachman Haryanto