Taruh Uang di Reksa Dana dan Emas Lebih Cuan Ketimbang Deposito

Rabu, 15 Nov 2017

Jakarta - Suku bunga tabungan berjangka atau deposito di perbankan nasional terus mengalami penurunan hingga ke level 4%. Hal ini dinilai sejalan dengan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-days repo rate 4,25%. Ini artinya, imbal hasil yang didapatkan oleh nasabah deposito tergolong rendah.

Lalu instrumen apa yang kira-kira bisa dijadikan alternatif untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito?

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menjelaskan alternatif untuk menabung sekaligus berinvestasi adalah reksa dana dan logam mulia. Menurut dia, instrumen ini tetap bisa membuat masyarakat nyaman dengan profil risiko yang konservatif.

"Jadi untuk masyarakat yang baru pindah dari deposito, bisa mulai di reksa dana dengan profil konservatif, karena lebih nyaman meski pendapatannya tidak setinggi saham atau investasi lain," kata Andi saat dihubungi detikFinance, Rabu (15/11/2017).

Dia menjelaskan, untuk reksa dana, bisa dipilih produk pendapatan tetap dan pasar uang dibanding campuran dan saham. Hal ini untuk meminimalisir risiko gejolak dan tetap aman.

Menurut Andi, logam mulia atau emas bisa menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk berinvestasi. "Emas itu paling aman untuk masyarakat yang belum paham reksa dana, tapi baiknya beli yang batangan, jangan dalam bentuk perhiasan karena akan mempengaruhi harga jual," jelas dia.

Andi mengatakan, untuk berinvestasi di emas, bisa membeli langsung atau menggunakan skema cicilan. Program cicilan ini dinilai sangat membantu masyarakat yang ingin berinvestasi dalam jumlah kecil namun mendapatkan hasil yang besar.

Dia mencontohkan, jika masyarakat ingin membeli emas 50 gram, bisa dengan cicilan. Jadi setiap bulan membayar cicilan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. "Ini lebih efektif, karena bisa lebih ringan dan lebih aman karena emas masih disimpan di bank," ujar dia. (mkj/mkj)

Foto: Agung Pambudhy

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance