KABAR PASAR 15 SEPTEMBER: Perbesar Peran Swasta, Ekonomi Indonesia Terbesar Kelima Jika Bangun Infrastruktur

Jumat, 15 Sep 2017

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang komitmen pemerintah meningkatkan partisipasi swasta dalam proyek infrastuktur serta prospek ekonomi Indonesia dari pembangunan infrastruktur menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Jumat (15/9/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Perbesar Peran Swasta. Pemerintah berencana untukmengatur penggunaan material konstruksi proyek infrastruktur, termasuk beton pracetak, yang digunakan oleh BUMN karya mulai tahun depan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono menyatakan pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi swasta dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur. (Bisnis Indonesia)

Latar Belakang Jadi Modal. Latar belakang Budi Gunadi Sadikin sebagai seorang bankir dinilai menjadi modal penting dalam jabatan barunya sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang diproyeksikan menjadi induk holding BUMN pertambangan. (Bisnis Indonesia)

Agustus Berpotensi Surplus. Setelah mengalami defisit pada Juli 2017, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan kembali surplus seiring dengan membaiknya permintaan dari pasar global dan kenaikan harga komoditas. (Bisnis Indonesia)

Risiko Turun, Asing Menyerbu Indonesia. Persepsi risiko asing terhadap pasar modal Indonesia terus membaik. Buktinya, credit default swap (CDS) Indonesia terus turun. Kemarin, CDS Indonesia untuk surat utang tenor lima tahun berada di 95,39. Ini adalah level terendah CDS lima tahun sejak Juli 2007 silam. (Kontan)

Ekonomi Indonesia Terbesar Kelima Jika Bangun Infrastruktur. Berbagai kalangan optimistis ekonomi Indonesia akan menjadi nomor lima terbesar di dunia pada 2030, jika fokus membangun berbagai infrastruktur strategis seperti transportasi, telekomunikasi, hingga listrik. (Investor Daily)

Oleh : Renat Sofie Andriani, Editor : Mia Chitra Dinisari