Jakarta Composite Index
(1 Month)

JCI Chart

Indonesia Government Bond
10 Yr (1 Month)

IGB Chart

IDR Currency (1 Month)

IDR Chart

Global Updates

  • Pasar global ditutup menguat minggu lalu, dimana S&P500 dan Dow Jones masing-masing naik +0,3% dan +1,5% WoW, sementara itu MSCI Asia ex Japan sedikit melemah -0,6% WoW. Setelah mencatat penurunan selama empat hari berturut-turut, pasar saham AS menguat tinggi di hari Jumat setelah pernyataan dovish Powell saat Jackson Hole. Dia menyatakan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah cukup tinggi dan bisa jadi diperlukan penyesuaian kebijakan. Selain itu, Powell juga menyebutkan risiko penurunan terhadap lapangan kerja semakin besar disebabkan kombinasi permintaan tenaga kerja yang lemah dan berkurangnya pasokan pekerja karena imigrasi turun.
  • Dari segi domestik, IHSG pada Jumat lalu ditutup sedikit melemah -0,5% WoW. Kenaikan tertinggi ditunjukkan oleh sektor Industrial (+14,7% WoW) dan Transportation & Logistic (+3,8% WoW). Sementara itu, kinerja terendah terlihat pada sektor Infrastructure yang mengalami penurunan -1.8% WoW.
  • Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: US durable goods order, US GDP, US initial jobless claims and US personal income.
  • Rupiah ditutup melemah -1,1% WoW pada Jumat lalu ke level Rp16.345/USD, relatif sama dengan rata-rata kinerja mata uang negara EM lainnya. Sementara itu, indeks DXY bergerak melemah -0,1% WoW ke level 97,7.
  • Pasar SBN kembali ditutup menguat minggu lalu dengan pergerakan bull steepening. Penurunan yield paling besar terlihat pada area dengan tenor 1 tahun sebesar -15 bps, sedangkan tenor panjang cenderung tidak berubah dan naik sedikit sebesar +2 bps. Pergerakan pasar didorong adanya kejutan dari Bank Indonesia yang memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,0% diikuti dengan penurunan SRBI 12 bulan lebih dalam menjadi 5,04% (dari sebelumnya 5,33%). Per 22 Agustus 2025, yield SUN 10 tahun ditutup di level 6,36% (-3 bps WoW).
  • Total permintaan yang masuk dalam lelang sukuk turun menjadi Rp 33,1 triliun, dimana lelang minggu lalu sebesar Rp 43 triliun. Permintaan terbesar datang dari seri PBS30 (2,9 tahun) yaitu 30,9% permintaan, diikuti oleh PBS38 (tenor 24,3 tahun) sebesar 18% dari permintaan. Pemerintah akhirnya hanya menerbitkan sebesar Rp 9 triliun, sama seperti target awal namun turun dari lelang sebelumnya yaitu sebesar Rp 12 triliun.
  • Berdasarkan data DJPPR per tanggal 21 Agustus 2025, total kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 948,3 triliun atau 14,85%.
  • Pasar obligasi AS minggu lalu turut menguat, dengan penurunan yield sepanjang tenor antara -4 bps hingga -8 bps.
  • Penurunan yield didorong adanya sentimen positif pasca Powell memberikan testimoni di dalam Jackson Hole dimana masih terdapat ruang pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, kekhawatiran terkait data tenaga kerja kembali pasca data klaim penggangguran yang naik di atas ekspektasi. Per 22 Agustus 2025, yield UST 10 tahun ditutup di level 4,25% (-6 bps WoW).

Global News

  • Housing starts AS di bulan Juli tercatat sebesar 1,43 juta, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,36 juta dan lebih tinggi daripada ekspektasi 1,29 juta.
  • Klaim pengangguran awal AS untuk periode mingguan yang diakhiri tanggal 16 Agustus tercatat sebesar 235 ribu, lebih tinggi daripada ekspektasi sebesar 225 ribu dan dari minggu sebelumnya yang sebesar 224 ribu.
  • PMI manufuktur S&P AS di bulan Agustus tercatat sebesar 53,3, lebih tinggi daripada ekspektasi sebesar 49,5 dan naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 49,8. Sementara PMI jasa sedikit turun dari 55,7 ke level 55,4 di bulan Agustus, namun masih lebih tinggi daripada ekspektasi sebesar 55.

Domestic News

  • Jumlah uang beredar luas M2 naik +6,5% YoY, sedikit lebih tinggi dari Juni. Kenaikan ini didukung pertumbuhan uang giral M1 dan simpanan berjangka (quasi money). Pertumbuhan juga terbantu oleh naiknya aset luar negeri BI, meski penyaluran kredit melambat. Sementara itu, uang dasar M0 masih tumbuh +7% YoY, tapi lebih rendah dari bulan sebelumnya karena operasi likuiditas BI dan perubahan simpanan di sektor swasta.
  • Pemerintah anggarkan Rp 164,4 triliun untuk ketahanan pangan, termasuk Rp 5,8 triliun program SPHP. Penyaluran beras SPHP 2025 sudah 239,6 ribu ton per Agustus, akan membantu redam gejolak harga.
  • Transaksi e-commerce di Indonesia mencapai Rp 44,4 triliun pada Juli 2025, tumbuh +6,41% YoY dan naik +2,32% MoM menurut Bank Indonesia. Kenaikan ini didorong oleh permintaan konsumen, strategi platform, serta momentum musiman seperti liburan sekolah.
  • Kementerian ESDM menerbitkan Kepmen No. 268/2025 menggantikan Kepmen No. 72/2025. Aturan ini memperbolehkan perusahaan tambang dengan kontrak yang berlaku menjual mineral dan batubara di bawah harga patokan (HPM/HPB). Namun, pajak dan royalti tetap dihitung berdasarkan HPM/HPB sebagai batas minimum untuk mencegah undervaluation dan menjaga penerimaan negara. Regulasi ini juga memuat formula harga untuk berbagai mineral guna memperkuat transparansi dan kepastian pajak di sektor pertambangan.

EM Equities Net Foreign Flow

EM Equities Net Foreign Flow

Sumber: Bloomberg, BPAM



Lihat Semua Weekly Market Review