Jakarta Composite Index
(1 Month)

JCI Chart

Indonesia Government Bond
10 Yr (1 Month)

IGB Chart

IDR Currency (1 Month)

IDR Chart

Global Update

  • Pasar global ditutup beragam pada pekan lalu, dimana S&P500 menguat sebesar +0,3% WoW dan Dow Jones turun sebesar -0,3% WoW, sementara MSCI Asia ex-Japan menguat sebesar +1,4% WoW. Data ekonomi AS menunjukkan pelemahan dalam pasar tenaga kerja, terutama dari data nonfarm payroll (22 ribu pada bulan Agustus) yang berada jauh di bawah ekspektasi pasar dan menurun banyak dari angka bulan lalu sebesar 79 ribu. Data yang sejalan juga dilaporkan oleh ADP, dimana private employers mencatatkan penambahan pekerjaan sebesar 54 ribu di bulan Agustus, turun dari angka bulan Juli yang sebesar 106 ribu. Hal ini meningkatkan probabilitas penurunan tingkat suku bunga di bulan ini.
  • Dari segi domestik, IHSG yang beroperasi pada hari Senin-Kamis pekan lalu menunjukkan kinerja positif sebesar 0,5% dibandingkan dengan Jumat 2 pekan lalu. Penguatan terbesar dicatat oleh sektor industrial dan consumer cyclical yang naik sebesar +5,1% dan +4,8% WoW. Sektor yang mencatatkan kinerja negatif di periode waktu yang sama adalah sektor infrastructure dan technology yang melemah sebesar -2% dan -0,6%.
  • Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: ID FX reserves, CN CPI, CN PPI, US PPI, US CPI, US initial jobless claims.
  • Rupiah ditutup menguat +0,4% WoW pada Kamis lalu ke level Rp16.420/USD, sedikit lebih kuat dibandingkan dengan rata-rata kinerja mata uang negara EM lainnya. Sementara itu, indeks DXY bergerak menguat 0,6% WoW ke level 98,3.
  • Pasar SBN ditutup melemah minggu lalu, dengan yield bergerak sebesar +1 bps sampai +5 bps. Pergerakan pasar minggu lalu diwarnai oleh aksi demonstrasi massa yang berlangsung dari akhir minggu sebelumnya. Aksi demonstrasi tersebut mulai mereda seiring pencabutan sejumlah kebijakan kontroversial oleh Presiden dan parlemen, namun kondisi kedepan masih akan tetap dinamis seiring dengan beberapa tuntutan utama massa masih belum terpenuhi. Dari sisi kebijakan fiskal-moneter, BI dan Kemenkeu kembali mengangkat isu “burden sharing” sebagai sinyal kebijakan pro-pertumbuhan, walaupun detail teknis belum dijabarkan. Sementara itu, inflasi Agustus 2025 tercatat melambat ke 2,31% y-y, dipengaruhi terutama oleh penurunan harga energi dan transportasi. Per 4 September 2025, yield SUN 10 tahun ditutup di level 6,40% (+4 bps WoW).
  • Total permintaan yang masuk dalam lelang sukuk tercatat sebesar Rp 41,9 triliun, atau naik dari sebelumnya yang sebesar Rp 33,1 triliun. Permintaan terbesar datang dari seri PBS30 (3 tahun) dan PBS34 (14 tahun) yang berkontribusi sebesar 46% dari total permintaan. Pemerintah menerbitkan sebesar Rp 9,9 triliun, sedikit lebih tinggi dari target Rp 9 triliun.
  • Berdasarkan data DJPPR per tanggal 3 September 2025, total kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 944,6 triliun atau 14,74%.
  • Pasar obligasi AS minggu lalu ditutup menguat, dengan penurunan yield antara -10 bps hingga -17 bps di sepanjang tenor. Sejumlah indikator terus memberi sinyal perlambatan ekonomi di AS yang membuka ruang untuk the Fed dapat memangkas suku bunganya. Pada Agustus 2025, PMI manufaktur ISM tercatat di level 48,7 atau masih dalam kondisi kontraksi, JOLTs Job Openings turun ke 7,18 juta pada Juli 2025, yang merupakan level terendah sejak September 2024. Sejalan dengan itu, Beige Book The Fed melaporkan peningkatan jumlah pencari kerja di sebagian besar distrik pada akhir Agustus 2025. Per 5 September 2025, yield UST 10 tahun ditutup di level 4,07% (-15 bps WoW).

Global News

  • JOLTS job openings tercatat sebesar 7,181 juta pada bulan Jul-25, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 7,380 juta dan dari periode sebelumnya yang sebesar 7,357 juta.
  • Klaim pengangguran awal AS tercatat sebesar 237 ribu pada minggu lalu, lebih tinggi daripada ekspektasi sebesar 230 ribu dan dari minggu sebelumnya yang sebesar 229 ribu.
  • PMI ISM manufaktur AS tercatat sebesar 48,7 di bulan Agustus, sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 49 namun lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 48.
  • PMI ISM services AS tercatat sebesar 52 di bulan Agustus, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 51 dan periode sebelumnya sebesar 50,1.
  • Non-farm payroll AS tercatat naik sebesar 22 ribu di bulan Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 75 ribu dan dari periode sebelumnya yang sebesar 79 ribu.
  • Tingkat pengangguran AS tercatat sebesar 4,3% pada bulan Agustus, sesuai dengan ekspektasi pasar namun sedikit lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 4,2%.
  • Ekspor China tumbuh sebesar +4,4% YoY pada bulan Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar +5,5% YoY dan dari periode sebelumnya yang sebesar +7,2% YoY.
  • Impor China tumbuh sebesar +1,3% YoY pada bulan Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar +3,4% YoY dan dari periode sebelumnya yang sebesar +4,1% YoY.

Domestic News

  • Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan presiden China Xi Jinping di Beijing. Dalam kesempatan itu, Prabowo membahas rencana megaproyek tanggul raksasa atau giant sea wall di pesisir Pantura Jawa.
  • Neraca dagang Indonesia tercatat surplus sebesar USD 4,18 miliar pada bulan Juli, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar USD 3 miliar dan dari periode sebelumnya sebesar USD 4,1 miliar.
  • Inflasi Indonesia tercatat sebesar +2,31% YoY pada bulan Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar +2,49% YoY dan periode sebelumnya sebesar +2,37% YoY.


EM Equities Net Foreign Flow

EM Equities Net Foreign Flow

Sumber: Bloomberg, Batavia



Lihat Semua Weekly Market Review