Global Updates
- Pasar global ditutup beragam minggu lalu, dimana S&P 500 naik sebesar 0,3% WoW dan Dow Jones turun sebesar -0,4% WoW. Sementara itu, MSCI Asia ex-Japan ditutup menguat +2% WoW. Pergerakan pasar saham global pekan lalu diwarnai oleh Fed yang tidak merubah tingkat suku bunga pada FOMC pekan lalu, yang sesuai dengan ekspektasi pasar, dan juga nominasi Kevin Warsh untuk mengisi posisi Jerome Powell oleh presiden Donald Trump. Pasar menilai Kevin Warsh adalah sosok yang lebih hawkish dibandingkan dengan kandidat lainnya.
- Dari segi domestik, IHSG ditutup melemah sebesar -6,9% WoW pada pekan lalu, disebabkan oleh tekanan dari MSCI terkait transparansi data dan transaksi saham di pasar Indonesia yang berujung pada risiko penurunan dari emerging markets menuju frontier markets. Sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor industrial dan infrastruktur yang turun sebesar masing-masing -14,8% dan -12,9% WoW. Hanya sektor transportasi yang mengalami kinerja positif pada pekan lalu, menguat sebesar +1,3% WoW.
- Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: US PMI, ID PMI, ID trade balance, US initial jobless claims, ID GDP, US NFP, US unemployment rate, ID foreign reserves.
- Rupiah ditutup menguat (+0,2% WoW) pada Jumat lalu ke level Rp16.785/USD, relatif lebih kuat dibandingkan rata-rata kinerja mata uang negara EM lainnya. Sementara itu, indeks DXY bergerak melemah sebesar -0,6% WoW dan ditutup di level 97.
- Pasar SBN ditutup melemah di minggu lalu, dengan pergerakan yield sebesar -1 bps sampai dengan +22 bps di sepanjang tenor. Koreksi paling dalam (atau kenaikan yield paling tinggi) terlihat pada area tenor 1 tahun, seiring dengan BI yang kembali menaikkan SRBI yield dari minggu lalu 4,81% menjadi 4,93%. Non residen juga tercatat jual neto pada minggu lalu baik pada SBN maupun pasar saham ditengah sentimen negatif yang membayangi pasar keuangan Indonesia. Per 30 Januari 2026, yield SUN 10 tahun ditutup di level 6,33% (-1 bps WoW).
- Total permintaan yang masuk dalam lelang sukuk tercatat sebesar Rp 38,6 triliun, atau turun dari lelang sebelumnya yang sebesar Rp 55,3 triliun. Permintaan terbesar datang dari PBS30 (2,5 tahun) sebesar 28% dari total permintaan, diikuti oleh 9M SPNS dan PBS38 (23,9 tahun) yaitu masing-masing tercatat sebesar 16,3% dan 15,9%. Pemerintah akhirnya menerbitkan Rp 12 triliun, sama seperti lelang sebelumnya dan diatas target awal yaitu Rp 11 triliun.
- Berdasarkan data DJPPR per tanggal 29 Januari 2026, total kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 878,55 triliun atau 13,17% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.
- Pasar obligasi AS minggu lalu bergerak beragam dengan yield bergerak turun -9 bps hingga +3 bps. Pergerakan kurva yield UST terlihat steepen dimana yield tenor 10 tahun ke bawah yang menurun sedangkan tenor panjang bergerak naik. The Fed memutuskan untuk mempertahankan FFR pada 3,5 – 3,75% dengan 2 Fed member dissent menghendaki pemangkasan suku bunga. Selain itu, AS kembali mengalami partial government shutdown karena House belum menyetujui funding bill walaupun Senate sudah menyetujuinya. Per 30 Januari 2026, yield UST ditutup di level 4,24% (-1 bps WoW).
Global News
- Durable goods orders AS tumbuh sebesar +5,3% MoM pada bulan Nov-25, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar +3,1% MoM dan periode sebelumnya sebesar -2,1% MoM.
- Fed tidak menurunkan tingkat suku bunga AS pada FOMC pekan lalu, bertahan di level 3,75% sesuai ekspektasi pasar.
- Klaim pengangguran awal AS pekan lalu tercatat sebesar 209 ribu, lebih rendah daripada periode sebelumnya yang sebesar 210 ribu dan namun di atas ekspektasi konsensus yang sebesar 206 ribu.
- PPI AS tercatat sebesar +0,5% MoM pada bulan Dec-25, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar dan periode sebelumnya sebesar +0,2% MoM.
- PMI manufaktur China tercatat sebesar 49,3 pada bulan Jan-26, dibawah ekspektasi pasar dan periode sebelumnya sebesar 50,1. Data Caixin PMI manufaktur China tercatat sebesar 50,3, sesuai dengan ekspektasi pasar.
- PMI non-manufaktur China tercatat sebesar 49,4 pada bulan Jan-26, dibawah ekspektasi pasar sebesar 50,3 dan periode sebelumnya sebesar 50,2.
Domestic News
- Direktur Utama BEI Iman Rachman, Ketua Dewan OJK Mahendra Siregar; Wakil Ketua Dewan OJK Mirza Adityaswara; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK Inarno Djajadi; serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) OJK IB Aditya Jayaantara mengundurkan diri dari posisinya. Jeffrey Hendrik ditunjuk menjadi Pejabat Sementara Direktur Utama BEI dan Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai Ketua sekaligus Wakil Ketua OJK.
- BKPM melaporkan bahwa program MBG telah menyerap 1,4 juta tenaga kerja per awal 2026.
EM Equities Net Foreign Flow
Sumber: Bloomberg, BPAM
Lihat Semua Weekly Market Review