• Insight
  • Market Review


24 January 2023

Weekly Market Review (24 Januari 2023) - What happened and what's next (Apa yang terjadi dan apa selanjutnya)


Market update

  • Indeks global ditutup terkoreksi minggu lalu dimana indeks S&P 500 dan DJI tercatat menurun sebesar -0,7%WoW dan -2,7%WoW, sedangkan MSCI Asia-ex Japan meningkat sebesar +0,9%WoW. Penurunan ini didominasi oleh adanya berita retail sales AS yang tidak mencapai ekspektasi konsensus, dimana retail sales AS tercatat pada -1,1% di bulan Desember dibandingkan dengan ekspektasi konsensus yaitu -0,9%. Sementara itu, data industrial production (produksi industri) AS juga mengalami penurunan sebesar -0,7% di bulan Desember, lebih lemah dibandingkan dengan ekspektasi consensus sebesar -0,1%. Investor percaya bahwa data penjualan ritel dan produksi industrial menunjukkan sinyal bahwa resesi AS sudah mulai terjadi di sektor konsumen dan ritel. Meski begitu, beberapa data AS menunjukan indikasi beragam seperti housing starts yang lebih baik dari ekspektasi pasar dan pasar tenaga kerja yang masih kuat. Di sisi lain, IHSG mencatatkan kinerja sebaliknya dengan pasar AS dengan kenaikan sebesar +3,5%WoW. Kinerja terbaik terlihat dari sektor Energy yang mengalami kenaikan paling banyak sebesar +5,1%WoW setelah terkoreksi sebesar -7%WoW pada minggu sebelumnya, diikuti oleh sector Industrial yang mencatatkan kinerja sebesar +4,8%WoW dan sector Financial sebesar +2,8%WoW. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan adalah sektor Consumer Non-cyclical dan sektor Transportation & Logistics yang menurun sebesar -0,9%WoW. Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: AS PMI, initial jobless claim, 4Q22 GDP, PCE.
  • Rupiah mengalami penguatan minggu lalu sebesar 0,5%WoW ke level IDR 15.075 dan termasuk berkinerja lebih baik jika dibandingkan dengan rata-rata mata uang EM lainnya. Sebaliknya, DXY menunjukkan penguatan sebesar 0,2% WoW ke level 102.
  • Pasar SUN ditutup menguat pada minggu lalu pasca kenaikan suku bunga acuan oleh BI. Investor asing masih mencatatkan inflow terutama di tenor 7-10tahun. Secara keseluruhan yield bergerak beragam dimana tenor 15-30 tahun naik 4-7bps, sedangkan yield tenor 5-10 tahun turun sekitar 2-7bps. Per akhir minggu, yield SUN 10 tahun tercatat tutup di level 6,61%
  • Berdasarkan data DJPPR per tanggal 19 Jan 2023, total kepemilikan asing untuk SBN mencapai IDR798,52 triliun atau 14,89%.
  • Permintaan SUN pada lelang sukuk hari Selasa tercatat meningkat menjadi sebesar IDR 59 triliun, atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemintaan lelang sebelumnya yang mencapai IDR 28,3 triliun. Permintaan terbesar datang dari tenor 5 tahun sebesar IDR 22,6 triliun atau 38,3% dari total permintaan. Pemerintah akhirnya menyerap sebesar IDR 23 triliun.
  • Yield UST dan DXY index bergerak turun setelah data US producer price dan retail sales yang mencatatkan penurunan lebih besar dari perkiraaan. Data tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed telah berada di ujung periode kenaikan suku bunganya. Sementara itu, pasar tenaga kerja di US masih terlihat cukup ketat, dimana initial jobless claim masih berada di level terendahnya sejak bulan Juni. Per akhir minggu, yield UST 10 tahun ditutup di level 3,48% (-1bps WoW).


Global news

  • Penjualan ritel (retail sales) AS turun sebesar -1,1%MoM pada bulan Des-22, di bawah ekspektasi pasar yaitu -0,9%MoM dan dari periode sebelumnya yang direvisi menjadi -1,0%MoM.
  • Produksi industrial (industrial production) AS turun sebesar -0,7%MoM pada bulan Des-22, dibawah ekspektasi pasar sebesar -0,1%MoM dan lebih rendah dari periode sebelumnya yang direvisi menjadi -0,6%MoM.
  • Indeks Harga Produsen (PPI) AS turun sebesar -0,5%MoM pada bulan Des-22, di bawah ekspektasi pasar sebesar -0,1%MoM dan menurun dari bulan sebelumnya sebesar 0,2%MoM. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan harga energi sebesar -7,9%MoM.
  • Klaim pengangguran baru (initial jobless claim) AS menunjukkan kenaikan sebesar 190k, di bawah perkiraan pasar sebesar 214k dan lebih rendah dari sebelumnya sebesar 205k. Hal ini dapat dipengaruhi oleh jumlah PHK yang belum tersebar luas selain pada beberapa sektor tertentu seperti sektor teknologi.


Domestic New

  • Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan 7-days reverse repo rate sebesar 25bp menjadi 5.75% pada bulan Jan-23, sesuai dengan ekspektasi pasar.
  • Indonesia mencatatkan surplus perdagangan (trade balance) sebesar USD3.9bn pada Dec-22, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar USD4.2bn dan dari bulan sebelumnya sebesar USD5.1bn. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah impor yang bertumbuh sebesar 5,16%MoM pada bulan Des-22.
  • Kementerian Keuangan menetapkan target untuk retail government bond issuance sebesar IDR130tr di tahun 2023.


Calendar

Januari 2023


EM Equities Net Foreign Flow