• Insight
  • Market Review


30 January 2023

Weekly Market Review (30 Januari 2023) - What happened and What's Next (Apa yang terjadi dan apa selanjutnya)


Market update

  • Indeks global ditutup menguat mingu lalu dipengaruhi oleh menurunnya kekhawatiran investor tentang hard landing di AS dan data-data inflasi yang menunjukkan moderasi, dan ekspektasi pemulihan China yang lebih kuat pasca pembukaan kembali. Penguatan ini ditunjukkan oleh indeks S&P, DJI, dan MSCI Asia ex Japan yang semuanya tercatat positif secara berturut-turut sebesar +2,5%WoW, +1,8%WoW, dan +1,6%WoW. Meski begitu, investor akan mencermati lebih banyak data tenaga kerja pada minggu ini dan mencari petunjuk yang lebih jelas dari The Fed, berapa lama siklus kenaikan suku bunga akan berakhir. Di sisi lain, delegasi OPEC+ mengharapkan komite penasihat untuk merekomendasikan untuk menjaga produksi minyak tidak berubah pada pertemuan minggu ini karena mereka menunggu kejelasan tentang permintaan China dan dampak sanksi terhadap pasokan Rusia. Sementara itu, di sisi domestic, IHSG tercatat positif sejalan dengan regional. Pergerakan sektor tercatat bervariasi, namun sektor Transportation dan Logistic membukukkan penguatan terbesar yaitu +8,5%WoW, didorong oleh beberapa nama saham yang disukai oleh retail investor, lalu penguatan lainnya diikuti oleh sektor Technology sebesar +3,1%WoW. Sebaliknya, sektor Energy mencatatkan penurunan terbesar yaitu -2,7%WoW seiring dengan penurunan harga batu bara dan diikuti oleh sektor Healthcare menurun sebesar -1,7%WoW. Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: AS pertemuan FOMC, non-farm payroll, unemployment rate, ADP employment, ISM manufacturing, initial jobless claim; CN PMI manufacturing; ID CPI
  • Rupiah mengalami penguatan sebesar +0,6% WoW ke level Rp 14.985, sejalan dengan pergerakan negara EM lainnya. Sebaliknya, DXY menunjukkan pelemahan sebesar -0,1% WoW ke level 101,9.
  • Pasar SUN ditutup melemah pada minggu lalu, dengan yield bergerak naik 2-21bps di sepanjang tenor. Per akhir minggu, yield SUN 10 tahun tercatat tutup di level 6,74% (+13bps WoW)
  • Berdasarkan data DJPPR per tanggal 26 Jan 2023, total kepemilikan asing untuk SBN mencapai IDR810,27 triliun atau 15,07%.
  • Permintaan SUN pada lelang sukuk hari Selasa tercatat sebesar IDR28,55 triliun, atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemintaan lelang sebelumnya yang mencapai IDR 17,45triliun. Permintaan terbesar datang dari PBS36 dengan permintaan sebesar IDR 8,67 triliun atau 30,4% dari total permintaan. Pemerintah akhirnya menyerap sebesar IDR 14,15 triliun.
  • Angka pertumbuhan ekonomi (GDP) AS tercatat lebih baik perkiraan, namun data-data seperti consumer spending masih menunjukkan kemungkinan adanya perlambatan ekonomi memasuki tahun 2023. Yield UST ditutup naik di sepanjang tenor, dengan yield UST 10 tahun ditutup di level 3,53% (+5bps WoW).


Global news

  • Perekonomian AS meningkat sebesar +2,9% pada tingkat tahunan (annualized) pada Q4-22, melambat dari periode sebelumnya (+3,2% di Q3-22) tapi sedikit melebihi perkiraan pada 2,6%. Belanja konsumen tampak melemah dari periode sebelumnya tetapi tetap positif. Penurunan tajam dalam perumahan terlihat menurunkan PDB, namun peningkatan belanja pemerintah dan investasi swasta membantu pertumbuhan.
  • Indeks harga PCE di AS meningkat sebesar +5%YoY pada Des-22, kenaikan terendah semenjak Sept-21. Sedangkan, PCE inti meningkat sebesar +3.9% pada tingkat tahunan (annualized) pada Q4-22, sejalan dengan ekspektasi pasar. Data ini menunjukkan adanya moderasi inflasi dan memperkuat ekspektasi pasar untuk The Fed memperlambat kenaikan suku bunga.
  • Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun menjadi 186 ribu, lebih rendah daripada ekspektasi sebesar 205 ribu dan dari periode minggu sebelumnya sebesar 190 ribu. Angka ini terendah sejak April, menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih ketat meski PHK di sektor teknologi meningkat.
  • Global S&P PMI Manufaktur AS meningkat menjadi 46,8 pada Jan-23 dari 46,2 pada Des-22, di atas perkiraan pasar 46. Meski menunjukkan perbaikan, namun data tersebut masih mengindikasikan adanya kontraksi karena kondisi permintaan manufaktur tetap lemah.


Domestic News

  • Indonesia Investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) meningkat sebesar 44,2% menjadi IDR654,4 triliun atau USD45,6 miliar pada tahun 2022, berdasarkan BKPM. Sektor terbesar yang menyumbang aliran masuk adalah sektor logam dasar (USD11 miliar), diikuti oleh pertambangan (USD5,1 miliar).
  • Uang Beredar M2 Indonesia pada Des-22 tumbuh positif, tercatat sebesar IDR8.525 triliun. (+8,3% yoy), berdasarkan Bank Indonesia. Uang beredar M1 tumbuh 9,5% yoy dan uang kuasi tumbuh 6,8% yoy. Perkembangan M2 ini terutama dipengaruhi oleh perkembangan aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit.
  • Pemerintah akan mengimplementasikan program B35 (biodiesel) pada 1Feb23 dimana 22 perusahaan akan mendukung program ini. Selain itu, pemerintah mengalokasikan 13,1 juta kl biodiesel B35 pada FY23F, sesuai Keputusan Menteri ESDM No 208.K/EK.05/DJE/2022.
  • Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan meningkatkan target penerbitan obligasi negara ritel menjadi IDR130tn (meningkat dibandingkan IDR107tn di FY22 dan IDR97tr di FY21). Obligasi retail ini terdiri dari Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Kemenkeu mengatakan rasio utang terhadap PDB masih relatif aman di 39,6% pada FY22.


Calendar

Februari 2023


Indonesia Equities Net Foreign Flow