Global Updates
- Pasar global ditutup beragam minggu lalu, dimana S&P500 sedikit turun sebesar -0,1% WoW dan Dow Jones naik sebesar +2,5% WoW. Sementara itu, MSCI Asia ex-Japan ditutup melemah sebesar -1,9% WoW. Pergerakan pasar saham AS pekan lalu diwarnai oleh sejumlah data pasar tenaga kerja AS yang mengecewakan ekspektasi pasar, dari ADP payroll, job openings, dan layoffs. Selain itu, saham teknologi large-cap juga melemah pada pekan lalu dengan kekhawatiran potensi disruptive AI dan kekhawatiran overinvestment dalam sektor teknologi.
- Dari segi domestik, IHSG ditutup melanjutkan pelemahan sebesar -4,7% WoW. Sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor consumer cyclical dan infrastructure yang melemah sebesar masing-masing -14,5% WoW dan -11,3% WoW. Sementara itu, tidak ada sektor yang mencatatkan kinerja positif pada pekan lalu.
- Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: US CPI, CN CPI, CN PPI, US initial jobless claims.
- Rupiah ditutup melemah -0,5% WoW pada Jumat lalu ke level Rp16.866/USD, relatif lebih lemah dibandingkan rata-rata kinerja mata uang negara EM lainnya. Sementara itu, indeks DXY bergerak menguat sebesar +0,7% WoW dan ditutup di level 97,6.
- Pasar SBN ditutup koreksi dalam di minggu lalu, dengan yield naik sepanjang tenor berkisaran +2 bps sampai dengan +13 bps di sepanjang tenor. Hal ini dikarenakan Moody’s Rating mengubah outlook rating Indonesia menjadi negatif. Koreksi paling dalam (atau kenaikan yield paling tinggi) terlihat pada area tenor 1 tahun sejalan dengan BI yang juga kembali menaikkan rata-rata 12M SRBI yield dari minggu lalu 4,93% menjadi 5,09%. Per 6 Februari 2026, yield SUN 10 tahun ditutup di level 6,44% (+11 bps WoW).
- Total permintaan yang masuk dalam lelang konvensional tercatat sebesar Rp 76,6 triliun, atau turun dari lelang sebelumnya yang sebesar Rp 82,9 triliun. Permintaan terbesar datang dari FR109 (5,1 tahun) sebesar 33% dari total permintaan, diikuti oleh FR108 (10,2 tahun) sebesar 26,9%. Pemerintah akhirnya menerbitkan Rp 36 triliun, sama seperti lelang sebelumnya, tapi diatas target awal yaitu Rp 33 triliun.
- Berdasarkan data DJPPR per tanggal 5 Februari 2026, total kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 889,09 triliun atau 13,26% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.
- Pasar obligasi AS minggu lalu cenderung menguat dimana yield bergerak turun -2 bps hingga -3 bps di sepanjang tenor. Hal ini didorong dari beberapa data ekonomi AS yang menunjukkan tenaga kerja AS melemah dimana jumlah layoff meningkat dan job opening menurun. Per 6 Februari 2026, yield UST ditutup di level 4,21% (-3 bps WoW).
Global News
- PMI manufaktur AS tercatat sebesar 52,4 pada bulan Jan-26, lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan periode sebelumnya sebesar 51,9.
- Caixin services PMI tercatat sebesar 52,3 pada bulan Jan-26, lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan periode sebelumnya sebesar 52.
- ADP nonfarm employment naik sebesar 22 ribu pada bulan Jan-26, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 46 ribu dan periode sebelumnya sebesar 37 ribu.
- Klaim pengangguran awal AS tercatat sebesar 231 ribu pekan lalu, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 212 ribu dan periode sebelumnya sebesar 209 ribu.
- JOLTS job openings AS tercatat sebesar 6,542 juta pada bulan Des-25, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 7,2 juta dan periode sebelumnya sebesar 6,93 juta.
Domestic News
- Inflasi Indonesia tercatat sebesar +3,55% YoY pada bulan Jan-26, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar +3,8% YoY dan lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar +2,92% YoY.
- Inflasi inti Indonesia tercatat sebesar +2,45% YoY pada bulan Jan-26, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar +2,37% YoY dan lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar +2,38% YoY.
- PDB Indonesia tercatat sebesar +5,39% YoY pada 4Q25, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar +5,01% YoY dan periode sebelumnnya sebesar +5,04% YoY.
EM Equities Net Foreign Flow
Sumber: Bloomberg, BPAM
Lihat Semua Weekly Market Review