Global Updates
- Pasar global ditutup menguat pada minggu lalu, dimana S&P500 dan Dow Jones mengalami kenaikan masing-masing +4,5% dan +3,2% WoW, sementara itu MSCI Asia ex Japan ditutup menguat +3,1% WoW. Pergerakan pasar saham global pekan lalu didorong oleh optimisme investor akan terjadinya de-eskalasi tensi geopolitik antara US dan Iran terutama menyusul statement dari Presiden AS Donald Trump yang pada pekan lalu mengatakan bahwa Strait of Hormuz sepenuhnya dibuka sehingga membuat indeks Global ditutup menguat sebelum akhir pekan dan harga minyak terkoreksi, walaupun setelahnya di akhir pekan eskalasi kembali terjadi dan selat Hormuz masih tertutup.
- Dari segi domestik, IHSG pada Jumat lalu ditutup menguat sebesar +2,4% WoW dengan penguatan tertinggi terlihat pada sektor Transportation & Logistic dan Industrials yang ditutup menguat masing-masing +12,1% dan +9,3% WoW. Sementara itu, pelemahan terdalam ditunjukkan oleh sektor Financials (-1,1% WoW) dan Healthcare (-0,6% WoW).
- Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: US PMI, US Jobless Claims, ID Interest rate.
- Rupiah ditutup melemah (-0,5% WoW) pada Jumat lalu ke level Rp17.190/USD, relatif lebih lemah dibandingkan rata-rata kinerja mata uang negara EM lainnya. Sementara itu, indeks DXY bergerak melemah sebesar -0,6% WoW dan ditutup di level 98,1.
- Pasar SBN ditutup menguat dengan yield bergerak flat hingga -28 bps di sepanjang tenor. Tenor 1–3 tahun mencatatkan penurunan paling signifikan, yaitu sekitar -18 bps hingga -28 bps, sementara tenor di atas 20 tahun mengalami penurunan yang lebih terbatas di kisaran -1 bps hingga -4 bps. Optimisme di pasar obligasi masih cukup terjaga, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk melanjutkan negosiasi damai dengan Iran di Pakistan, sebelum batas waktu gencatan senjata dua minggu berakhir. Prospek diplomasi ini membantu menenangkan kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan harga energi dan inflasi global. Namun demikian, terdapat risiko domestik Indonesia yang mulai mendapat perhatian. S&P Global Ratings menilai bahwa Indonesia menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang paling rentan terhadap pelebaran defisit fiskal, terutama apabila konflik Iran berlangsung lebih lama dan mendorong harga energi tetap tinggi. Per 17 April 2026, yield SUN 10 tahun ditutup di level 6,58% (flat WoW).
- Total penawaran yang masuk dalam lelang konvensional tercatat sebesar Rp 78,4 triliun, atau naik dari lelang sebelumnya yang sebesar Rp 71,6 triliun. Penawaran terbesar datang dari FR109 (5 tahun) yang mencatatkan lebih dari 56% dari total penawaran. Pemerintah akhirnya menerbitkan Rp 42 triliun, di atas target awal yang sebesar Rp 36 triliun.
- Berdasarkan data DJPPR per tanggal 16 April 2026, total kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 857,1 triliun atau 12,73% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.
- Pasar obligasi AS juga bergerak menguat minggu lalu dimana UST yield bergerak turun sebesar -3 bps hingga -10 bps di sepanjang tenor. Yield US Treasury menurun pada di minggu lalu seiring dengan perkembangan rencana lanjutan negosiasi damai antara AS dan Iran serta meredanya kekhawatiran gangguan pasokan energi, yang mendorong penurunan harga minyak. Selain itu, rilis data PPI di bulan lalu juga tercatat berada dibawah ekspketasi pasar, sehingga dapat sedikit menurunkan kekhawatiran akan meningkatnya inflasi dalam jangka waktu yang dekat. Per 17 April 2026, yield UST 10 tahun ditutup di level 4,25% (-7 bps WoW).
Global News
- US PPI periode Maret mengalami kenaikan +4,0% YoY atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan konsensus di +4,6% YoY dan di atas bulan sebelumnya di +3,4% YoY.
- Klaim pengangguran awal AS untuk periode mingguan yang diakhiri tanggal 11 April tercatat sebesar 207 ribu, dibawah ekspektasi konsensus dan angka periode sebelumnya yang masing-masing 213 ribu dan 219 ribu.
- China trade balance pada bulan Maret tercatat sebesar USD 51,13 miliar, lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus dan bulan sebelumnya di yang masing-masing USD 107,55 miliar dan USD 90,98 miliar.
- China GDP pada kuartal 1 2026 tercatat mengalami kenaikan +5,0% YoY, diatas ekspektasi konsensus di +4,8% YoY dan periode sebelumnya di +4,5% YoY.
- China interest rate pada bulan April tidak mengalami perubahan yakni di 3,0% (1-year loan prime rate).
Domestic News
- Bank Indonesia melaporkan utang luar negeri Indonesia pada periode Februari 2026 tercatat di USD 437,9 miliar, meningkat dari bulan sebelumnya di USD 434,9 miliar.
- Survei kegiatan dunia usaha yang dilakukan oleh BI menunjukkan bahwa pada responden memperkirakan kegiatan usaha pada Kuartal 2 2026 masih akan mengalami peningkatan terutama dari lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sejalan dengan berlanjutnya musim panen dan didukung oleh curah hujan.
- Survei penjualan eceran BI periode Februari 2026 menunjukkan bahwa indeks penjualan riil mengalami peningkatan +6,5% YoY, terutama didukung oleh kelompok usaha Suku Cadang & Aksesori serta Makanan dan Minuman.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) mengonfirmasi peringkat kredit Indonesia tetap berada di level BBB dengan outlook yang tetap stabil.
- Pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non-subsidi (5,5 kg dan 12 kg) pada akhir pekan lalu seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Sementara itu harga BBM dan LPG bersubsidi masih tidak mengalami perubahan.
EM Equities Net Foreign Flow
Sumber: Bloomberg, Batavia
Lihat Semua Weekly Market Review