Jakarta Composite Index
(1 Month)

JCI Chart

Indonesia Government Bond
10 Yr (1 Month)

IGB Chart

IDR Currency (1 Month)

IDR Chart


Global Updates

  • Pasar global ditutup beragam pada minggu lalu, dimana S&P 500 naik sebesar +0,5% WoW dan Dow Jones turun sebesar -0,4% WoW. Sementara itu, MSCI Asia ex Japan ditutup menguat +1,8% WoW. Pergerakan pasar saham global pekan lalu diwarnai oleh data penjualan ritel AS pada bulan Maret yang menunjukkan data bulanan terkuat sejak Maret 2023, ditengah perpanjangan gencatan senjata yang sempat membantu meredakan kekhawatiran, meskipun ketidakpastian geopolitik yang tinggi tetap bertahan hingga akhir pekan.
  • Dari segi domestik, IHSG ditutup melemah sebesar -6,6% WoW pada pekan lalu dengan pelemahan terbesar terlihat pada sektor energi dan properti yang turun sebesar -8,2% WoW dan -6,3% WoW. Hanya terdapat satu sektor yang mengalami penguatan pada pekan lalu, yaitu sektor transportasi & logistik yang menguat sebesar +4,6% WoW.
  • Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: US FOMC, US initial jobless claims, US PMI.
  • Rupiah ditutup melemah (-0,1% WoW) pada Jumat lalu ke level Rp17.205/USD, relatif lebih baik dibandingkan rata-rata kinerja mata uang negara EM lainnya. Sementara itu, indeks DXY bergerak menguat sebesar +0,4% WoW dan ditutup di level 98,5.
  • Pasar SBN ditutup melemah dengan yield naik sekitar +1 bps hingga +29 bps di seluruh tenor. Kenaikan paling signifikan terjadi pada tenor pendek hingga menengah (1–10 tahun) sebesar +17 bps hingga +28 bps, sementara tenor panjang naik lebih terbatas. Tekanan pasar turut dipicu oleh pelemahan Rupiah di pasar spot dan forward, dan juga didorong oleh kekhawatiran atas potensi pelebaran defisit neraca berjalan. Di tengah kondisi tersebut, BI mempertahankan BI Rate di level 4,75% dan terus meningkatkan Tingkat imbal hasil SRBI, mencerminkan fokus pada stabilitas nilai tukar. Per 24 April 2026, yield SUN 10 tahun ditutup di sekitar 6,78% (+20 bps WoW).
  • Total penawaran yang masuk dalam lelang sukuk tercatat sebesar Rp 33,5 triliun, atau naik dari lelang sebelumnya yang sebesar Rp 30,6 triliun. Penawaran terbesar datang dari PBS38 (24 tahun) dan PBS30 (2 tahun) yang mencatatkan lebih dari 41% dari total penawaran. Pemerintah akhirnya menerbitkan Rp 15 triliun, di atas target awal yang sebesar Rp 12 triliun
  • Berdasarkan data DJPPR per tanggal 23 April 2026, total kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 857,0 triliun atau 12,6% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.
  • Pasar obligasi AS juga bergerak melemah minggu lalu dimana UST yield bergerak naik sebesar +2 bps hingga +7 bps di sepanjang tenor. Pergerakan pasar ini didorong oleh kebuntuan perundingan AS–Iran dan penutupan Selat Hormuz yang tetap mendukung harga minyak dan menambah tekanan inflasi. Namun demikian, sentimen sedikit membaik di akhir pekan setelah Departemen Kehakiman AS menutup penyelidikan terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, sehingga membuka jalan bagi proses pemungutan suara di Senat atas nominasi Kevin Warsh sebagai penggantinya. Per 24 April 2026, yield UST 10 tahun ditutup di level 4,30% (+5 bps WoW).

Global News

  • Penjualan ritel AS pada periode Maret tercatat tumbuh sebesar +1,7% MoM, lebih tinggi dibandingkan dengan ekspektasi konsensus sebesar +1,4% MoM dan angka bulan sebelumnya sebesar +0,7% MoM.
  • Klaim pengangguran awal AS untuk mingguan yang berakhir tanggal 18 April tercatat sebesar 214 ribu, sedikit di atas ekspektasi konsensus sebesar 210 ribu dan angka revisi periode sebelumnya sebesar 208 ribu.
  • PMI manufaktur AS periode April tercatat sebesar 54, berada di atas konsensus sebesar 52,5 dan angka periode sebelumnya sebesar 52,3.

Domestic News

  • Bank Indonesia mempertahankan suku bunga BI rate di level 4,75% sesuai dengan ekspektasi pasar.
  • Pemerintah berencana melakukan peninjauan kembali terhadap harga jual maksimal minyak goreng subsidi, MinyakKita, yang saat ini dipatok pada level Rp15.700 per liter.
  • Kementerian Keuangan tengah menyiapkan kebijakan insentif pembelian motor listrik sebesar Rp 5 juta per unit yang rencananya akan diberlakukan secara bertahap pada tahun 2026 dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran negara.



EM Equities Net Foreign Flow

EM Equities Net Foreign Flow

Sumber: Bloomberg, Batavia



Lihat Semua Weekly Market Review