Jakarta Composite Index
(1 Month)

JCI Chart

Indonesia Government Bond
10 Yr (1 Month)

IGB Chart

IDR Currency (1 Month)

IDR Chart

Global Updates

  • Pasar global ditutup beragam pada minggu lalu, dimana S&P500 naik sebesar +0,9% WoW dan Dow Jones turun sebesar -2,1% WoW, sementara itu MSCI Asia ex Japan ditutup melemah sebesar -1,1% WoW. Sentimen pasar membaik seiring meningkatnya antusiasme terhadap saham-saham AI—yang sebagian didukung oleh hasil laba produsen chip NVIDIA yang melampaui ekspektasi—sehingga membantu mengimbangi ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah. Selain itu, meskipun berita mengenai potensi kesepakatan antara AS dan Iran masih berubah-ubah dan terkadang saling bertentangan, investor secara umum tampaknya melihat peluang negosiasi lebih besar dibandingkan eskalasi aksi militer.
  •  Dari segi domestik, IHSG pada Rabu lalu ditutup melemah sebesar -8,3%, selain ekspektasi outflow MSCI, Pasar domestik tertekan oleh ketidakpastian yang masih berlanjut terkait kondisi makroekonomi serta perubahan kebijakan terbaru mengenai ekspor sumber daya alam, setelah komentar dari Moody's dan S&P Global yang menyatakan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menghambat ekspor dan mendistorsi pasar. Semua sektor mengalami penurunan, yang dimana sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor transportation and logistics (-19,2% WoW) dan sektor basic materials(-16,3% WoW).
  • Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: US initial jobless claims, US GDP.
  • Rupiah ditutup melemah (-1,4%) pada Jumat lalu ke level Rp17.709/USD, cenderung lebih lemah dibandingkan kinerja rata-rata mata uang EM lainnya. Sementara itu, indeks DXY bergerak melemah sebesar -0,05% WoW dan ditutup di level 99,2.
  • Pasar SBN ditutup melemah dengan pergerakan kurva bear-flattened dengan yield yang naik +2 bps hingga naik sampai +47 bps sepanjang tenor. Kenaikan tertinggi terjadi pada jangka pendek terutama 1 hingga tahun 3 tahun. Kondisi ini dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia yang memutuskan menaikkan suku bunga BI rate sebesar 50 bps menjadi 5,25% di atas perkiraan pasar. Per 22 Mei 2026, yield SUN 10 tahun ditutup di sekitar 6,74% (+5 bps WoW).
  • Total penawaran yang masuk dalam lelang sukuk menurun menjadi Rp 18,8 triliun, dari sebelumnya Rp 21 triliun. Penawaran terbesar datang dari seri PBS38 (23,6 tahun) dan SPNS 9 bulan yang mencatatkan masing-masing 25% dan 24% dari total penawaran. Pemerintah akhirnya menerbitkan Rp 12 triliun, sama dengan target awal dan penerbitan lelang sebelumnya.
  • Berdasarkan data DJPPR per tanggal 19 Mei 2026, total kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 867,3 triliun atau 12,69% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.
  • Pasar obligasi AS ditutup beragam dimana UST yield tercatat turun sebesar -6 bps hingga naik +5 bps di sepanjang tenor. Sentimen pasar dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah dimana Trump sempat menyatakan AS dan Iran berada dalam final negosiasi. Di sisi lain minutes The Fed menunjukkan kekhawatiran risiko inflasi AS. Per 22 Mei 2026, yield UST 10 tahun ditutup di level 4,56% (-4 bps WoW).

Global News

  • S&P Global mencatat indeks flash manufacturing PMI AS naik menjadi 55,3, level tertinggi dalam empat tahun terakhir, sementara indeks aktivitas jasa turun ke level terendah dalam dua bulan di 50,9.
  • Output industri China meningkat +4,1% YoY, lebih lambat dibandingkan pertumbuhan +5,7% pada bulan Maret.
  • Penjualan ritel China tumbuh 0,2% secara tahunan, lebih rendah dari kenaikan 1,7% pada bulan Maret dan menjadi laju pertumbuhan terlemah sejak akhir 2022.
  • Investasi aset tetap (fixed asset investment) Tiongkok juga mengalami kontraksi sebesar -1,6% pada periode Januari hingga April, yang menyoroti berlanjutnya pelemahan aktivitas terkait sektor properti serta meningkatkan ekspektasi pasar terhadap tambahan dukungan kebijakan yang lebih terarah.
  • PBOC mempertahankan suku bunga pinjaman acuan (benchmark lending rates) pada bulan Mei untuk bulan ke-12 berturut-turut. Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun dipertahankan di level 3,00%, sementara LPR tenor lima tahun tetap di 3,50%, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Domestic News

  • Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan (current account deficit) sebesar USD 4 miliar pada kuartal I 2026, setara dengan 1,09% terhadap PDB. Defisit tersebut melebar dibandingkan 0,7% terhadap PDB (USD 2,5 miliar) pada kuartal IV 2025.
  • PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah resmi dibentuk untuk mengelola tata kelola ekspor, dengan fokus utama pada penghapusan praktik kecurangan seperti under-invoicing dan transfer pricing yang telah lama menjadi permasalahan dalam aktivitas ekspor Indonesia.
  • Pemerintah mewajibkan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari sektor sumber daya alam (SDA) masuk ke dalam sistem keuangan domestik mulai 1 Juni 2026. Pemerintah menetapkan retensi minimum sebesar 30% untuk DHE sektor minyak dan gas (migas) dengan periode penempatan minimal tiga bulan. Sementara itu, untuk sektor non-migas, retensi ditetapkan sebesar 100% dengan jangka waktu minimal 12 bulan.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 bps dari 4,75% menjai 5,25%




EM Equities Net Foreign Flow

EM Equities Net Foreign Flow

Sumber: Bloomberg, Batavia



Lihat Semua Weekly Market Review