Jakarta Composite Index
(1 Month)

JCI Chart

Indonesia Government Bond
10 Yr (1 Month)

IGB Chart

IDR Currency (1 Month)

IDR Chart


Global Updates

  • Pasar global ditutup melemah pada minggu lalu, dimana S&P500 dan Dow Jones mengalami penurunan masing-masing -2,6% dan -0,3% WoW, sementara itu MSCI Asia ex Japan ditutup melemah sebesar -1,7% WoW. Pergerakan pasar saham global pekan lalu didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang mengejutkan pasar, dimana Bureau of Labor Statistics mencatat penambahan 172 ribu pekerjaan pada Mei, hampir dua kali lipat dari estimasi pasar sekitar 80 ribu, dengan data April turut direvisi naik dari 115 ribu menjadi 179 ribu. Sementara itu, data lowongan kerja April yang dirilis Labor Department mencapai 7,618 juta, melampaui ekspektasi 6,79 juta dan menjadi level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Solidnya kondisi pasar tenaga kerja meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi yang berkelanjutan dapat memperpanjang kebijakan restriktif Fed.
  • Dari segi domestik, IHSG ditutup melemah pada Jumat lalu sebesar -8,7% WoW dimana semua sektor mencatatkan kinerja negatif. Pelemahan terdalam terlihat pada sektor transportasi & logistik (-14,1% WoW) dan sektor industrial (-13,3% WoW).
  • Berita yang perlu diikuti minggu ini adalah: ID FX reserves, US CPI, CN CPI, CN PPI, US PPI, US initial jobless claims.
  • Rupiah ditutup melemah (-0,8% WoW) pada Jumat lalu ke level Rp18.020/USD, sejalan dibandingkan rata-rata kinerja mata uang negara EM lainnya. Sementara itu, indeks DXY bergerak menguat sebesar +1,1% WoW dan ditutup di level 100,1.
  • Pasar SBN ditutup melemah dengan pergerakan kurva bear flattened dengan yield tercatat naik sebesar +7 bps hingga +25 bps sepanjang tenor. Kenaikan tertinggi terjadi pada jangka pendek 1 hingga 5 tahun, setelah Lelang SRBI 12 bulan di hari jumat dimenangkan dengan rata-rata yield 7,25% dengan cutoff di 7,40%. Koreksi ini juga mengikuti pelemahan rupiah hingga ke level Rp18.020/USD di akhir minggu kemarin. Per 5 Juni 2026, yield SUN 10 tahun ditutup di sekitar 6,88% (+16 bps WoW).
  • Total penawaran yang masuk dalam lelang sukuk tercatat sebesar Rp 26 triliun, atau naik dari sebelumnya yang sebesar Rp 18,8 triliun. Penawaran terbesar datang dari seri SPNS, dimana SPNS mencatatkan penawaran lebih dari 20% dari total penawaran yang masuk. Pemerintah akhirnya menerbitkan Rp 8,85 triliun, di bawah target awal dan penerbitan lelang sebelumnya yang sebesar Rp 12 triliun.
  • Berdasarkan data DJPPR per tanggal 4 Juni 2026, total kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 872,07 triliun atau 12,67% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.
  • Pasar obligasi AS ditutup melemah dimana UST yield tercatat naik sebesar +5 bps hingga +15 bps di sepanjang tenor. Pelemahan pasar obligasi didorong oleh penyesuaian ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed di tengah meningkatnya keyakinan bahwa bank sentral AS masih perlu mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Pandangan hawkish tersebut semakin menguat setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan.
  • Nonfarm payrolls tercatat bertambah 172 ribu pada bulan lalu, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di level 4,3%, mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja masih cukup solid. Per 5 Juni 2026, yield UST 10 tahun ditutup di level 4,44% (-12 bps WoW).

Global News

  • ISM Manufacturing PMI AS tercatat sebesar 54 pada bulan Mei-26, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 53 dan periode sebelumnya sebesar 52,7.
  • ISM non-manufacturing PMI AS tercatat sebesar 54,5 pada bulan Mei-26, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 53,7 dan periode sebelumnya sebesar 53,6.
  • JOLTS job openings AS tercatat sebesar 7,618 juta pada bulan Apr-26, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 6,860 juta dan periode sebelumnya sebesar 6,887 juta.
  • Caixin services PMI China tercatat sebesar 54,4 pada bulan Mei-26, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 52,3 dan periode sebelumnya sebesar 52,6.
  • Services PMI AS tercatat sebesar 50,7 pada bulan Mei-26, lebih rendah dari ekspektasi pasar dan periode sebelumnya sebesar 50.9.
  • Nonfarm payroll AS tercatat tumbuh sebesar 172 ribu pada bulan Mei-26, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 85 ribu dan lebih rendah dari periode sebelumnya yang direvisi sebesar 179 ribu.
  • Klaim pengangguran awal AS tercatat sebesar 225 ribu pekan lalu, diatas ekspektasi konsensus 214 ribu dan di atas periode sebelumnya di 212 ribu.
  • Tingkat pengangguran AS tercatat sebesar 4,3% pada bulan Mei-26, sesuai dengan ekspektasi pasar dan periode sebelumnya.

Domestic News

  • Cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD 144,9 miliar pada bulan Mei-26, turun dari periode sebelumnya sebesar USD 146,2 miliar.
  • Pemerintah telah menerbitkan PP No. 24/2026 yang memberikan DSI kewenangan menetapkan harga jual dan marjin ekspor. Perusahaan dengan perjanjian pemerintah terkait komitmen investasi, kewajiban divestasi, dan kegiatan pemurnian dalam negeri berpotensi mendapat pengecualian, dengan persetujuan rapat menteri. Implementasi penuh dijadwalkan per 1 Januari 2027. Di sisi administrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menegaskan tetap menjadi otoritas utama dalam pengelolaan ekspor dan akan beroperasi berdampingan dengan DSI.
  • Pada Sabtu (6 Juni), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengindikasikan adanya ruang untuk menaikkan BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur Juni 2026. Kebijakan ini dipertimbangkan sebagai upaya untuk menarik kembali modal asing ke pasar keuangan domestik dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.



EM Equities Net Foreign Flow

EM Equities Net Foreign Flow

Sumber: Bloomberg, Batavia



Lihat Semua Weekly Market Review