Global Updates
- Pasar global ditutup lebih tinggi pada minggu lalu, dimana S&P 500 naik sebesar +1,7% WoW dan Dow Jones naik sebesar +0,4% WoW. Sementara itu, MSCI Asia ex Japan juga ditutup menguat +0,5% WoW. Pergerakan pasar saham sebagian besar mengabaikan berbagai berita terkait konflik di Timur Tengah dan sikap kebijakan Federal Reserve yang cenderung hawkish, sehingga tetap mencatatkan kenaikan pada sebagian besar indeks utama.
- Dari segi domestik, IHSG ditutup melemah sebesar -5,7% WoW pada pekan lalu dengan pelemahan terbesar terlihat pada sektor basic materials dan energy yang turun sebesar -6,6% WoW dan -6,4% WoW, semua sektor ditutup melemah pada pekan lalu.
- Rupiah ditutup melemah (-0,3% WoW) pada Kamis lalu ke level Rp17.353/USD, relatif lebih lemah dibandingkan rata-rata kinerja mata uang negara EM lainnya. Sementara itu, indeks DXY bergerak melemah sebesar -0,6% WoW dan ditutup di level 98,2.
- Pasar SBN ditutup melemah dengan yield naik sekitar +7 bps hingga +44 bps di seluruh tenor. Kenaikan paling signifikan terjadi obligasi pada tenor 1 tahun seiring dengan kenaikan rata-rata yield 12 bulan SRBI meningkat dari 5,9 menjadi 6,2%. Hal ini dilakukan BI ditengah melemahnya Rupiah hingga ke level USD/IDR 17.353 dan meningkatnya tensi geopolitik seiring ketidakpastian pembukaan selat Hormuz. Per 30 April 2026, yield SUN 10 tahun ditutup di sekitar 6,85% (+7 bps WoW).
- Total penawaran yang masuk dalam lelang konvensional tercatat sebesar Rp 75 triliun, atau sedikit di bawah lelang sebelumnya Rp 78,4 triliun. Penawaran terbesar datang dari seri FR109 (4,9 tahun) yang mencatatkan lebih dari 46% dari total penawaran. Pemerintah akhirnya menerbitkan Rp 40 triliun, di atas target awal yang sebesar Rp 36 triliun.
- Berdasarkan data DJPPR per tanggal 29 April 2026, total kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 862,4 triliun atau 12,75% dari total SBN yang dapat diperdagangkan.
- Pasar obligasi AS juga turut melemah dimana UST yield bergerak naik sebesar +6 bps hingga +9 bps di sepanjang tenor. Pergerakan pasar ini selain dipengaruhi oleh ketidakpastian negosiasi di konflik timur tengah, di sisi lain pertemuan FOMC menunjukkan ada 3 anggota The Fed yang dissented dengan memilih untuk menghilangkan easing bias statement sehingga dianggap lebih hawkish. Per 30 April 2026, yield UST 10 tahun ditutup di level 4,37% (+7 bps WoW).
Global News
- Federal Open Market Committee mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi, dengan pernyataan yang masih menunjukkan kecenderungan pelonggaran. Namun terdapat terdapat dissenting opinion yang memberikan sinyal "hawkish" dari beberapa gubernur Fed.
- Klaim pengangguran awal AS untuk mingguan yang berakhir tanggal 25 April tercatat sebesar 189 ribu, di bawah ekspektasi konsensus sebesar 212 ribu dan angka revisi periode sebelumnya sebesar 215 ribu.
- PMI manufaktur China periode April tercatat sebesar 50,3, berada di atas konsensus sebesar 50,1, namun lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 50,4.
- PMI non-manufaktur China periode April tercatat sebesar 49,4, berada di bawah konsensus sebesar 49,8, dan dari periode sebelumnya sebesar 50,1.
- Laba industri di China naik +15,8% secara tahunan (YoY) pada Maret, terutama didorong oleh sektor manufaktur peralatan dan teknologi tinggi.
Domestic News
- Perpres No. 27/2026 tentang pekerja transportasi online menetapkan batas komisi platform di bawah 10%, sehingga porsi pendapatan pengemudi meningkat dari 80% menjadi minimal 92%. Selain itu, regulasi ini juga mewajibkan perlindungan berupa asuransi kecelakaan kerja dan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi pengemudi ojek online roda dua.
- Keppres No. 10/2026 menetapkan pembentukan Satgas Mitigasi PHK & Kesejahteraan Buruh, yaitu satuan tugas yang berfokus pada mitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal serta peningkatan kesejahteraan pekerja.
- Realisasi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) hingga 28 April 2026 baru mencapai 12,31 juta, sekitar 80,6% dari target 15,3 juta, dan setara 64,6% dari total 19 juta wajib pajak.
EM Equities Net Foreign Flow
Sumber: Bloomberg, Batavia
Lihat Semua Weekly Market Review